Selasa, 10 April 2012

Siapa Yang DI Salib?


Penyaliban Isa as sampai saat ini masih hangat dibicarakan begitu juga mengenai existensi Yudas Iskariot, salah satu murid Isa as yang berperan penting dalam kasus ini. Terdapat beberapa masalah ganjil yang dikritisi umat muslim yang mau berfikir. Diantaranya adalah mengapa ada ketidakjelasan dalam Injil mengenai ini dan seolah-olah argumen dan gaya bahasanya dibuat-buat dengan menyingkirkan saksi yang melaporkan kepada periwayat, padahal kitab inilah yang seharusnya merinci tentang penyaliban tersebut? Mengapa Yudas dianggap sebagai penghianat sehingga tidak ada manusia yang dijuluki ‘si Yudas’? Mengapa pula Yudas diangkat sebagai salah satu dari dua belas orang murid Isa as (Hawariyyun), padahal hawariyyun adalah orang-orang yang terpilih untuk menjadi murid Isa as dan sudah mengatakan sumpah pengabdian kepada Isa as.
Teori yang berkembang
Ada dua teori dalam kalangan Islam mengenai wafatnya Isa as. Teori pertama mengatakan bahwa Isa as tidak wafat dan tidak disalib, melainkan Isa as diangkat oleh Allah ke langit untuk diselamatkan dari kejaran tentara Romawi yang hendak menangkapnya untuk disalib.
Allah berfirman mengenai penyaliban Isa as:
 “dan karena Ucapan mereka: ‘Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah’, Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (Qs. An-Nisa: 157)
Ayat ini menjelaskan bahwa Isa as tidak disalib, melainkan orang lainlah yang disalib. Hal ini paralel dengan ayat Alkitab yang membuktikan bahwa bukan Isa as yang disalib, dalam Injil Matius 27:46 “Kira-kira jam tiga berserulah Isa as dengan suara nyaring: ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?’ Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”. Jika kita berfikir lebih dalam, mengapa bisa seorang Isa as ditinggalkan oleh Allah, padahal dirinya sendiri adalah Allah.
Lalu Allah berfirman:
  
“Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(Qs. An-Nisa: 158)
Sementara teori kedua menjelaskan bahwa Isa as memang disalib, namun beliau tidak mati di kayu salibmelainkan sebelum mati, sudah diturunkan karena menghormati hari sabat.
“(Isa as berkata) Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu) ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’ dan aku menjadi saksi atas mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkanku (tawaffaytani) Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau-lah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu” (Al-Maidah: 117)
Dalam penggalan ayat tersebut terdapat kata tawaffaytani yang berarti ‘mewafatkanku’. Kata itu sama makna aslinya dengan kata-kata lain yang serupa dengannya seperti pada ayat 32:11, 4:97, 8:50. Maka anggapan bahwa Isa as diangkat ke langit dengan maksud Allah menolong Isa as menjadi gugur. Penjelasan yang logis yaitu Isa as berada di tiang salib namun tidak mati di tiang salib.
Adalah Pilatus, seorang gubernur yang kala itu berkuasa yang merasa bahwa Isa as adalah seorang yang istimewa dengan berat hati mengabulkan permintaan rakyatnya yang ingin Isa as disalib. Maka dengan strategi Pilatus, Isa as berhasil selamat dari kematian di tiang salib.
Pilatus sengaja memutuskan penyaliban Isa as pada hari Jum’at tengah hari seperti dikutip dalam Injil Matius 27 : 46 yang menjelaskan keadaan Isa as pada waktu disalib:
“Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga”
Hal ini agar Isa as tidak mati dalam penyaliban. Perlu diketahui bahwa seorang yang disalib harus mati dalam keadaan dipasung dalam kayu salib setidaknya selama tiga hari. Hukuman mati seperti ini sangatlah menyakitkan, karena memerlukan waktu yang lama untuk mati.
Hari sabat adalah hari yang suci bagi umat Kristiani – kala itu. Jadi pada hari sabat tidak diperbolehkan adanya hukuman mati karena akan menodai kesucian hari sabat. Sementara Isa as yang disalib pada hari Jum’at siang harus diturunkan sebelum petang karena petang sudah masuk hari sabat dalam kalender Yahudi. Dengan itu Isa as tidak mati di tiang salib. Lalu bagaimana dengan hukuman matinya?
Saat Isa as mengalami penyaliban, ia tidak sendiri melainkan bersama dua orang penjahat yang disalib bersama dengannya. Dengan waktu disalibnya yang singkat itu – yakni selama tiga jam, dua orang tersebut masih sadar dalam penyalibabnya sehingga membuat tentara Romawi mempercepat kematian keduanya dengan cara mematahkan kaki mereka yang menyangga tubuh mereka. Namun Isa as yang saat itu diturunkan bersamaan dengan keduanya telah pingsan atau dipingsankan oleh Allah sehingga membuat tentara Romawi menganggapnya telah mati.
Dalam Injil dijelaskan :
"Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya." ( Yoh. 19:33).
"Pilatus heran saat mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala serdadu dan menanyakan kepadanya benarkah Yesus sudah mati." (Markus 15 : 44 ).

Sejauh yang penulis ketahui, pendapat ini juga didukung oleh Syaikh Ahmed Deedat dalam bukunya, Cruxifition or Cruxi-Fiction. Ia mengatakan bahwa Isa as memang disalib, namun ia tidak mati di kayu salib. Pengertian orang yang disalib adalah orang yang mati di tiang salib. Isa as, sebagaimana penjelasan dalam Al-Qur’an tidak di salib, ini berarti Isa as tidak mati di tiang salib walau pun ia berada disana. Sementara kata Syubbi lahum dalam Al-Qur’an dapat bermakna diserupakan dengan orang mati.
Keganjilan Yudas ‘si pengkhianat’
Hal ganjil lain dalam kasus ini adalah mengapa Yudas Iskariot dianggap sebagai orang yang paling bersalah sehingga ia dianggap sebagai penghianat. Yudas adalah salah satu dari dua belas orang murid terpercaya Isa as untuk berdakwah menyebarkan Tauhid dikalangan Bani Israel yang kala itu sudah jauh dari asas ketuhanan dan banyak melakukan bid’ah dengan nama Allah.
Sehubungan dengan hal ini, sebenarnya Al-Qur’an tidak menyinggung tentang penghinatan Yudas. Justru sebaliknya, Al-Qur’an telah memberitakan Yudas adalah seorang yang sangat taat kepada Isa as dan Allah karena ia adalah salah satu dari Hawariyyun yang dipuji Allah dan ketaannya diabadikan dalam Al-Qur’an.
Dan (ingatlah), ketika aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku". mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)".(Al-Maidah:111)
Ayat diatas menunjukan keimanan Hawariyyun dan kepatuhan mereka terhadap Isa as. Ayat ini juga menjadi bukti bahwa Yudas bukanlah seorang penghianat. Tidak mungkin seorang yang dipuji Allah kesetiaanya dan diabadikan dalam Al-Qur’an adalah seorang pengkhiat. Bahkan lebih jauh lagi Allah memuji mereka dalam ayat lain;
Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang berserah diri.
Ya Tuhan Kami, Kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah Kami ikuti rasul, karena itu masukanlah Kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)". (Ali Imran:52-53)
Melalui ayat diatas, dapat dipahami bahwa Al-Qur’an telah memberi keterangan tentang suatu peristiwa dimana Isa as terdesak, yakni saat bani Israel menolak secara terang-terangan ajaran Isa as. Saat itu Isa as meminta diatara pengikutnya untuk menjadi penolong dalam menegakkan agama Allah, lalu datanglah dua belas orang untuk bersedia menjadi penolong Isa as dan mereka disebut Hawariyyun oleh Allah.
Menurut Sayyid Muhammad Husaini Tabathaba’i dalam al-mizan fi Tafsiri Qur’an, kata Hawariyyun berasal dari kata Huur yang artinya sangat putih. Hawariyyun dapat dimaknakan orang-orang yang hati dan keimanannya sangat putih, jauh dari kekafiran apalagi pengkhianatan terhadap Allah dan Rasul-Nya.
Namun yang menjadi bukti paling kuat bahwa Yudas bukanlah penghianat adalah peristiwa yang terjadi di Getsemani, tempat di mana berkumpulnya para imam Yahudi yang bermusyawarah merencanakan pembunuhan Isa as. Pada malam itu, Yudas pergi ke tanah Getsemani untuk memberitahukan kapada para imam Yahudi bahwasannya Isa as siap berdamai kepada mereka setelah terjadinya kerusuhan di Yerusalem yang disebabkan ketidak-ridhoannya para imam dengan pengikut Isa as.
Dalam riwayat injil Matius mengatakan bahwa Yudas telah menerima imbalan sebesar ‘tiga puluh uang perak dan tiga puluh keping emas’ untuk memberitahukan tempat Isa as bersembunyi. Negosiasi yang terjadi antara Yudas dengan para imam Yahudi kala itu berlangsung cukup alot. Redaksi yang dimuat dalam Injil menyebutkan bahwa Yudas bersedia menerima negosiasi tersebut. Akan tetapi benarkah Yudas menerima negosiasi begitu saja? Jawabannya tidak. Jika dibandingkan dengan jabatan Yudas sebagai bendahara Isa as, imbalan tersebut tidaklah seberapa.
Dalam riwayat Yohanes dikisahkan;
Maka Yesus, yang tahu semua akan menimpa dirinya maju kedepan dan berkata kepada mereka: “siapakah yang engkau cari?”
Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Katanya dengan mereka: “Akulah dia.” Yudas yang menghianati dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.
Ketika ia berkata kepada mereka: “Akulah dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah. (Yohanes 18:4-6)
Apabila diperhatikan kalimat “Maka Yesus, yang tahu semua akan menimpa dirinya maju kedepan dan berkata kepada mereka: siapakah yang engkau cari?”, maka akan timbul pertanyaan, mungkinkah Isa as tidak tahu siapa yang dicari oleh mereka? Mungkinkah para imam tidak tahu siapa yang mereka cari? Padahal yang bertanya adalah objek mereka.
Dan dengan aneh mereka menjawab “Yesus dari Nazaret”. Bukankah seharusnya mereka menjawab “Kamu” karena tidak mungkin mereka yang terdiri dari para imam tidak tahu seperti apa rupa yang mereka cari.
Peristiwa yang juga mengherankan adalah ketika Isa as menjawab:
            ”Akulah dia” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.
Ada apa dengan kalimat “Akulah dia” sehingga mereka mundur dan jatuh ke tanah? Atau peristiwa apakah yang menyebabkan mereka terkejut sehingga mundur dan Jatuh ke tanah?
Setalah Yesus menjawab “Akulah dia” sehingga mereka mundur dan jatuh ke tanah, maka Yesus bertanya lagi:
Maka ia bertanya pula: “siapakah yang kamu cari?”
Kemudian mereka menjawab lagi: “Yesus dari Nazaret”
Jawab Yesus: “telah kukatakan kepadamu, akulah dia. Jika aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.” (Yohanes 18:7)
Sungguh mengherankan, mengapa Isa as harus mengulang pertanyaannya? Mengapa sampai saat itu mereka belum memahami ucapannya? Mengapa peristiwa tanya jawab sederhana ini tiba-tiba menjadi sebuah dialog dengan konteks yang tidak lagi relevan dan rasional?
Sebenarnya beberapa penjelasan mengenai pertanyaan ini, dapat disimpulkan bahwa peristiwa yang terjadi sebenarnya tidak disampaikan menurut kejadian yang sebenarnya sehingga teks kisah ini menjadi amburadul. Untuk memahami atau menjawab semua keganjilan ini dibutuhkan sebuah pemahaman yang tajam dengan didukung oleh referensi yang penting dan relevan. Allah telah berfirman:
Dan karena Ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (Annisa: 157)
Secara jelas, Al-Qur’an telah menyatakan bahwa Isa as tidak pernah dibunuh atau pun disalib. Dapat disimpulkan, apabila Isa as tidak pernah dibunuh atau disalib, maka ia tidak pernah tertangkap. Jika hanya ia tertangkap, maka kecil kemungkinannya untuk disalib atau dibunuh. Kemudian Al-Qur’an menyatakan lagi bahwa orang yang dibunuh dan disalib itu adalah orang yang diserupakan dengan Isa as. Artinya, orang yang ditangkap di Getsemani itu bukanlah Isa. Lalu siapakah yang mengaku-aku sebagai Yesus dari Nazaret itu?
Jika dicermati, maka jawaban mereka “Yesus dari Nazaret” mengidikasikan bahwa orang yang bertanya bukanlah Yesus (Isa as). Seperti dijelaskan, apabila yang bertanya adalah Isa as sendiri, maka para imam akan  menjawab “Kamu”. Sebab para imam telah mengenal betul sosok Isa as karena mereka sudah sering bertemu di Yerusalem untuk beribadah. Kemudian yang tak kalah penting, bagaimana pertanyaa itu terjadi berulang-ulang lalu dijawab dengan jawaban yang sama, yaitu “Yesus dari Nazaret”, seolah-oleh para imam ingin dibuat lebih percaya terhadap omonganya.
Pada kenyataannya, Injil Yohanes sendiri hanya menyebutkan satu nama dari sekian banyak orang yang hadir di tempat itu, yakni “Yudas yang menghianati dia” atau Yudas Iskariot.
Paragraf selanjutnya yang lebih penting adalah “Ketika ia berkata kepada mereka: “Akulah dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.” Kalimat inilah yang harus diperhatikan, karena kalimat ini menunjukan sikap terkejut para imam. Jika kalimat itu hanya berhenti pada “Yesus dari Nazaret”, maka masih bisa diterima karena tidak menunjukan sikap yang aneh para imam. Dengan kalimat berikutnya, dapat diartikan mereka sangat terkejut dan ketakutan karena orang yang bertanya dan mengaku-aku Isa as bukanlah Isa as yang mereka ketahui melainkan orang lain. Orang-orang itu tidak dapat menafikan penglihatan mereka yang mungkin baru beberapa saat saja menyaksikan bahwa orang yang tadi berkata  bukanlah Isa as. Lalu bagaimana mungkin dalam sekejap mata orang ini tiba-tiba menjadi Isa as? Artinya kenyataan inilah yang membuat mereka mundur dan terkejut  yang mengakibatkan mereka jatuh ke tanah. Maksudnya, setelah menyaksikan orang yang bertanya itu tiba-tiba menjadi serupa dengan Isa as, mereka tidak bisa percaya sehingga mereka merasa ketakutan untuk beberapa saat, mundur dan terjatuh.
Dalam konteks ini, dapat dipahami bahwa orang yang bertanya dan mengaku-aku Isa as adalah Yudas Iskariot yang saat itu memang hadir bersama mereka. Yudas dengan rasa kesetiaan yang tinggi ingin menyelamatkan Isa as dari pembunuhan itu dan rela bekorban demi keselamatan Isa. Karena dalam Ijil, kalimat berikutnya adalah “Jawab Yesus: “telah kukatakan kepadamu, akulah dia. Jika aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.” (Yohanes 18:7)”
Jadi, anggapan selama ini mengenai Yudas Iskariot telah salah bagi kebanyakan orang. Yudas yang sejatinya menyelamatkan Yesus berkat kesetiaaan yang tinggi dan pengorbanan nyawanya telah tertangkap dan disalib oleh mereka. Ingatlah bahwa imam Yahudi tetap meragukan tentang siapa yang disalib itu karena awalnya yang mereka lihat bukanlah Isa as, melainkan orang lain yang dalam sekejap berubah menjadi serupa dengan Isa as (lihat Annisa:157). Namun dengan perubahan, atau mungkin ketidak tahuan periwayat Injil mengenai ini, periwayat menuliskan Yesus yang ditangkap dan disalib.
Wallahu ‘alam ...





Kebenaran Injil


Tahun 306 M merupakan tahun keemasan dalam sejarah gereja. Pada waktu itu Konstantin I memegang tampuk pemerintahan kaisar Romawi. Kemudian ia menganut agama Masehi dan menjadikannya sebagai agama resmi negara, dengan demikian tergenggamlah kekuasaan agama dan dunia dalam satu waktu, sehingga menjadikan pemerintahan Romawi sebagai pemerintahan Kudus. Pada waktu itu, urusan Gereja diserahkan kepada lima orang pastur besar yang dinamakan Patriarch atau Paus-paus. Mereka bekerja di bawah pemerintahan pastur2 kecil lainnya.

Orang pertama yang menyusun dengan rapi sistem kepausan dan ikut mendukungnya adalah Gregory I (540-609 M). Ketika pengaruh gereja makin luas, Paus diangkat sebagai sumber kekuasaan agama dan dunia, dan menerima kekuasaan tak terbatas. Melanggar titah dan perintahnya adalah dosa besar (diktator). Ia mempunyai hak dalam menyusun undang-undang, para kaisar tidak memiliki jalan lain, selain takluk dan tunduk kepadanya. Semua orang tunduk dalam masalah agama dan dunia kepada lapisan pastur dan susunan kepegawaian. Mereka seperti bentuk sebuah piramida dan Paus berada di puncaknya. Peristiwa ini terjadi hingga sampai menimbulkan pertentangan antara PAUS & ILMUWAN.Terhadap peristiwa ini, Paus bukannya mengambil hikmah dan mamfaat terhadap Ilmu Pengetahuan dalam mengatur tatanan dan manajemen, tetapi ia justru menangkapi semua orang yang berbicara tentang sistem ilmu tsb karena dianggap bertentangan dengan faham agama yang non-exacta. Paus menghukum orang2 yang dicurigainya itu dengan sadis, buas dan ganas. Paus mengadakan pengadilan pengusutan (tahun 1478 M) untuk memata-matai dan mengusut orang2 yang dicurigai. Mereka ditangkap dan dihukum dengan berbagai macam hukuman yang berkisar antara denda uang dan hukuman bakar hidup-hidup. Mahkamah2 ini sudah menjatuhkan hukumannya kepada 340.000 orang (antara 1481-1808). Lebih kurang 32.000 orang yang dihukum bakar hidup-hidup!

Dalam kurun waktu 18 tahun, Pater Tarqui Mida telah membakar hidup sekitar 210.220 orang dan menghukum dengan hukuman yang lain sekitar 97.000 orang. Bahkan mayat orang mati itu tidak diperlakukan dengan wajar. Mereka malah menghina 6.860 mayat para ilmuwan dan filsuf yang dihukum bakar hidup2 itu.

Meskipun Paus sudah berupaya dan bertekad memadamkan sinar ilmu pengetahuan, namun sinar ilmu pengetahuan semakin terang pancaran cahayanya. Akhirnya dikeluarkanlah peraturan baru pada tahun 1515 M, yakni melarang terbitnya buku apapun, sebelum mendapat persetujuan dari Gereja. Setiap orang yang mencetak atau menjual buku dengan begitu saja akan dijatuhi hukuman mati. Seperti Kisah GALILEO yang mati dalam penjaranya karena menyatakan bumi itu bundar, dan dibakarnya BRUNO yang menyatakan adanya planet-planet lain, selain dari bumi dsb.

Kepemimpinan dan akhlak gereja merosot drastis, Paus sudah menjelma menjadi musuh Ilmu Pengetahuan dan gereja ditegakkan diatas kemusyrikan. Maka meratalah dekadensi moral keseluruh lapisan masyarakat. Penyakit SYPHILIS bahkan menjalar menjangkiti banyak orang, termasuk PAUS LEO X sendiri!

Walhasil semua bentuk kerendahan budi pekerti dan akhlak sudah menjadi ciri kehidupan dan pergaulan pada masa itu. Semua bentuk keluhuran nilai dan moral hancur luluh. Petaka itu terlebih dahulu menimpa para ahli agama, sebelum penyakit itu menyerang masyarakat awam, padahal masyarakat itu berkeyakinan bahwa Paus adalah Mandataris Allah dan wakil Isa Almasih. Keputusan2nya selalu dianggap benar dan tidak boleh dibantah. Ia menggugurkan dosa dan menanggalkan kesalahan orang dengan kesuciannya bagi yang tergelincir jatuh kedalam dosa.

Perkembangan akidah semacam ini mencuat cepat. Hal ini memaksa Paus membuat Akte Pengampunan yang dimulai dengan pengumuman Paus Erien II dalam Perang Salib atas restu Paus Urban II (1088-1099M) dari Vatikan, Siapa yang tidak dapat ikut langsung dalam peperangan ini, hendaknya mengirimkan seorang wakilnya, maka Paus akan memberinya Akte Pengampunan yang bisa menyelamatkan di hari Kiamat kelak.

Ketika Paus Leo X ingin membangun gereja suci Paulus di Roma, dalam pembangunannya memerlukan dana, maka mulailah ia mengobral akte-akte semacam itu dan ternyata laris. Kemudian mereka mengembangkannya lagi dengan menyatakan Akte Khusus dengan harga tertentu. Bunyi akte itu sbb:

“Atasmu rahmat Tuhan Yesus Almasih mengampuni kamu dengan rahmatnya semua dosamu, dan saya mengampuni dosamu berdasarkan mandat yang diberikan Yesus dan muridnya, Petrus dan Paulus yang pertama tentang semua perbuatanmu melanggar gereja bagaimanapun bentuknya, kemudian semua pelanggaran atau kesalahan bagaimanapun besarnya. Saya akan angkat semua rintangan yang sudah ditetapkan menimpamu karena dosa2mu di neraka, sehingga apabila kamu mati tertutup semua pintu nereka bagimu dan terbuka semua pintu sorga bagimu dengan nama Bapa, Anak dan Roh kudus. “

Setelah itu diletakkanlah daftar harga bagi semua dosa dan kesalahan. Tiap2 agen penjual akte menyimpan selembar salinannya dan aslinya terpampang di Gereja. Dalam daftar itu disebutkan bermacam2 dosa berikut harga Akte Pengampunannya, antara lain:

Menggugurkan Kandungan 3 Shilling dan 6 pence
Mencuri 9 Shilling
Memperkosa seorang Gadis 9 Shilling
Berzina 7 Shilling dan 6 pence
Membunuh 7 Shilling dan 6 pence

Lelucon ini tidak hanya mengenai dosa orang2 yang masih hidup. Dosa2 orang yang sudah mati pun bisa dibelikan akte pengampunannya untuk mensucikan dosa-dosanya. Selain itu, tersebar pula iklan yang digantung dimana2 yang berisi anjuran agar segera membersihkan dosa-dosanya dengan membeli akte tsb. Dengan demikian banyaknya akte tersebut diperjual belikan, maka semakin banyak pula tindak kejahatan dan maksiat, karena semua dosa dapat ditebus dengan harga yang relatif murah. Maka masa pemerintahan gereja merupakan masa yang paling BURUK dalam sejarah kejahatan. Masa itu merupakan masa percontohan merajalelanya berbagai jenis kejahatan, kekacauan, kezaliman dan dekadensi moral karena tidak lagi adanya rasa takut bagi masyarakat pada saat itu untuk berbuat jahat, karena segala kesalahan dapat ditebus hanya dengan membeli akte. (Manken dalam bukunya Treatise on Right on and Wrong on hal.187-198).

Belum termasuk aib yang menimpa para biarawati menjadi sasaran affair para rahib (Lihat di Encyclopedia of Religion and Ethics yang berkenaan dengan uraian khusus tentang kerahiban dan akidah agama Masehi dan Arnold Toynbee dalam The Study of History). Karena bagaimanapun manusia tidak dapat menentang kodrat alami manusia yang diberikan Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan, saling mencintai dan membutuhkan pasangan hidup. (Untuk referensinya silahkan cari buku yang berjudul Sex Lives of the Popes ditulis oleh Nigel Cawthorne).

Akibat merosot dan jatuhnya gereja, orang mulai tidak senang bahkan membenci gereja dengan berbagai keputusan-keputusannya yang aneh dan cenderung zalim. Peristiwa ini berlanjut cukup lama, sehingga keyakinan orang mulai goyah dan kepercayaan terhadap Paus sudah punah. Akhirnya terjadilah gerakan-gerakan REFORMASI dibawah pimpinan tokoh2 revolusioner, antara lain:

1. Pieter Waldoe : Ia populer pada akhir abad XI Masehi. Ia seorang pedagang di Perancis, lagi kaya raya. Cintanya pada agama luar biasa, sehingga ia mulai menerjemahkan Injil.
2. John Touler (1290-1361 M)
3. John Wicelif : Dia adalah seorang Pastur Inggris (1320-1384). Ia mengajar di Universitas Oxford, tapi kemudian ia berontak terhadap gereja. Ia mengatakan bahwa Paus sendiri bergelimang dosa dan kesalahan. Maka Paus tidak berhak mengajar agama kepada orang lain. Namun hidupnya berakhir dengan hukuman 13 tahun penjara dan setelah mati mayatnya dikeluarkan dari dalam kubur lalu dibakar.
4. Martin Luther:
Tgl 21 Oktober 1517 M merupakan hari penting dalam sejarah Gereja. Pada waktu itu Martin Luther mengumumkan revolusinya terhadap Paus di Roma setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang pola kehidupan Paus. Gerakan Martin Luther membangkitkan revolusi bangsa Jerman terhadap Paus. Mereka mendukung pikiran Martin. Ketika Paus Roma melihat kekuasaannya sudah mulai terancam runtuh, pada tahun 1520 ia mengeluarkan pengumuman dan memandang akidah Martin Luther sebagai akidah buruk yang ke 41. Ia minta kepada semua orang untuk membakar buku-buku si kafir dan atheis. Dan dari dukungan2 berbagai pihak kepadanya maka terbentuklah suatu golongan baru yang memisahkan diri dari gereja Katolik dan mendirikan gereja baru, yakni GEREJA PROTESTAN.
5. Zoungely adalah salah satu penyebar gerakan reformasi yang dilancarkan oleh Martin Luther. Ketika kunjungannya ke Roma, dia menyaksikan sendiri penyelewengan yang dilakukan Paus dan gereja katolik.
6. John Calvin mendirikan gereja baru sendiri dengan nama Reformed Church, lain dengan Gereja protestan. Disamping dalam gerejanya terbentuk faham2 baru.
7. John Nuks: Ia melihat dari dekat bahwa ternyata para Paus itu jiwanya sudah jauh dari agama, akhlaknya bobrok, tingkah lakunya banyak menyimpang, mereka serakah dan rakusnya tidak terperikan. Kemudian dia ditangkap, dipenjara, disiksa dan diasingkan selama 17 tahun. Tapi ia dibebaskan atas permintaan Raja Edward VI.

Terbentuknya Gereja adalah identik dengan Katolik, sedangkan gereja dalam kejayaannya cenderung seperti diktator dan penentu segala keputusan, hukum2 maupun faham2 dogmatis yang berujung dengan berbagai penyimpangan seperti terurai diatas, Para reformer hanya sekedar memprotes segala tindak tanduk penyimpangan Gereja dan sedikit merubah dari faham-faham hasil keputusan Gereja, padahal sudah jelas bahwa akibat terlalu banyak bersandar kepada keyakinan petunjuk Roh Kudus yang datang dengan sendirinya(Dan bukan berdasarkan petunjuk/hukum agama yang sudah ditetapkan) maka kuasa roh jahat (syetan) pasti akan menuntun, tidak peduli orang suci macam manapun dia.

Bagaimana kita dapat mempercayai suatu agama yang berkembang 3 abad setelah kenabian Isa. Dari segi geografis saja sudah dapat memungkiri. Bagaimana mungkin Nabi Isa yang berlokasi di Timur Tengah namun ajarannya berkembang dari Eropa (Roma, Italia)? Juga jika benar mereka menyembah yesus yang jelas-jelas seharusnya patung yang dibuat adalah patung orang timur tengah anehnya malah menjadi patung bule atau orang barat yang ada saat ini. Belum lagi dari segi nama yang bermula Isa menjadi Jesus, Yahya menjadi Yohanes dll. Termasuk nama pendiri agama Kristen sendiri yang berawal Syaul menjadi Paulus?

Ajaran Paulus yang banyak mengandung mithos-mithos Yunani ini ternyata banyak sekali mendapat dukungan, dari orang-orang sekitar Mediteraan, Laut Tengah.

Ia antaranya didukung oleh Ireneus (150 – 202 M), Tertulianus (155 – 220 M) Origens (185 – 254 M) dan Anthanasius, yaitu Bapak yang melahirkan Trinitas yang hidup sekitar tahun 298 – 377 M, yang ikut memelopori Trinitas dalam sidang dikota Nicea tahun 325 M.

Di belakang Anthanasius berdiri pula Santo Agustinus (354 – 430) dan Gregoryus Nyssa (335 – 394 M). Mereka, pendukung-pendukungnya ini memikirkan, berpikir dan berunding, bagaimana memecahkan persoalan Tuhan itu tiga tetapi satu.

Maka tidaklah heran kita bila kemudian mendengarkan adanya konsili-konsili seperti konsili Nicea, konsili Epesus, konsili Alexandria dll, dimana pada tiap-tiap konsili akan lahir pula suatu “perkembangan baru dari Tuhan,” seperti pelenyapan Injil-injil yang asli, pelarangan padri-padrinya kawin dan seterusnya.

Dalam zaman seperti yang saya sebutkan tadi, tidak pula seluruh orang menerima ajaran gila Paulus ini, sebab pada waktu itu lahir pula golongan-golongan Nestorius (388-440 M) dan Arius (270-350 M).

Kedua golongan ini terkenal gigihnya menentang ajaran Paulus, sambil tetap berkeyakinan bahwa tiada lain yang disembah melainkan Allah yang Maha Esa, dan pertentangan mereka inilah yang akhirnya menimbulkan perburuan manusia yang tiada taranya, dimana lawan-lawan ideologinya dibunuh dengan dibakar hidup-hidup, diadu dengan singa, diseret oleh kuda ataupun dihukum pijak oleh gajah.

Pemerintah Romawi melihat adanya suatu kericuhan-kericuhan didalam negerinya, tidaklah tinggal diam. Kericuhan-kericuhan agama ini bila dibiarkan, kemungkinan besar akan menimbulkan suatu hal-hal yang lebih besar dan berbahaya pula. Itulah sebabnya maka pada tahun 326 M, kaizar Konstantin yang Agung segera mengadakan musyawarah atau konsili dikota Nicea, dimana golongan-golongan Tertulianus, Origenes, Anthanasius dipertemukan dengan golongan Nestorius, Arius serta kawan-kawan yang seangkatan dengannya. Gagasan Kaisar mungkin kurang ditanggapi oleh ummat, maka dari undangan yang datang ternyata belum setengahnya.

Didalam perdebatan itu, mereka terpecah dua, yaitu golongan-golongan yang mempertahankan Yesus sebagai manusia, dan golongan golongan yang mempertahankan Yesus sebagai Tuhan.

Berhubung tidak adanya kata sepakat, maka kaisar mengambil keputusan (dekrit?) bahwa Yesus adalah Tuhan dan manusia, atau setengah Tuhan dan setengah manusia. Gagasan ini diterima hanya dengan 2 suara, sedang penolaknya 10 suara. Berhubung yang 2 suara ini lebih dekat dengan selera kaisar, maka sejarah kemudian mencatat yang 2 suara inilah yang menang, yaitu mereka yang menerima gagasan Tuhan manusia terhadap diri Yesus. Kaisar kemudiannya mengadakan suatu dekrit umum bahwa semua orang harus menerima gagasannya itu.

Maka mulailah disini penjagalan manusia besar-besaran, dimana siapa saja yang menolak ajaran Yesus Tuhan dan manusia dibunuh dengan bermacam-macam cara yang keji. Belakangan ternyata pula, kaisar Konstantin raja Romawi yang kafir itu masuk Kristen, dan kemungkinan mulai tahun-tahun inilah Kristen itu mulai lahir, dalam suatu bentuk yang bernama: Katolik yang artinya Umum.

Konsili I ini rupa-rupanya belumlah dapat menampung segala aspirasi ummat. Maka mereka kemudian mengadakan Konsili II dikota Konstantinople pada tahun 381 M, yang memutuskan lagi bahwa Anak adalah Homo Osius dengan Bapa (Creator).

Didalam Konsili II ini pula mereka menambahkan materi Rokhulkudus sebagai oknum ke-III dari Allah, sehingga lengkap lahirlah Tuhan Allah Bapa, dan Anak serta Rokhulkudus. Didalam tahun-tahun inilah kemungkinan besar orang mulai menambah-nambah Injil Matius dengan tulisan: Pergilah keseluruh dunia baptiskanlah seluruh bangsa dengan nama Bapa, dan Anak dan Rokhulkudus (Matius 28:10).

Konsili ke-III diadakan dikota Epesus tahun 439 M, didalam konsili inilah dikeluarkan perintah untuk mengutuk ajaran-ajaran Nestorian dan Arianisme yang bidaat itu. Merekapun mengeluarkan pernyataan perang terhadap Injil, dimana seluruh Injil-injil yang asli dimusnahkan atau diapokratipkan. Sebagaimana kita mengetahui, semasa Yesus hidup ia mempunyai pula pengikut-pengikut, yang kian kemari menuliskan khutbah-khutbah dan ajaran-ajarannya sebab pada zaman itu memang alphabet telah ditemukan. Murid-murid Yesus ada 70 orang. diantaranya 12 yang disebutkan namanya didalam Injil. Dari catatan-catatan murid-murid Yesus ini, kemudian hari kita kenal telah dibukukan dengan nama Injil, yang dinamai oleh masing-masing penulisnya seperti: (1) Injil Markion, (2) Injil Mesir, (3) Injil Eva, (4) Injil Yudas, (5) Injil Nicodemus, (6) Injil Thomas, (7) Injil Barnaba, (8) Injil Matius, (9) Injil Yosepus, (10) Injil Duabelas, (11) Injil Kebenaran, (12) Injil Maria, (13) Injil Yesus, (14) Injil Andreas, (15) Injil Pilipias, dan lain-lainnya

MATIUS CS. PENJIPLAK PAULUS

Sebaliknyalah bahwa Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya itulah yang mengajarkan ajaran-ajaran palsu. Lukas misalnya, ia adalah dokter pribadi dari Paulus. Ia dalam menulis Injil, dengan sendirinya kemasukan pula ajaran-ajarannya Paulus. Ini bisa dibuktikan dalam tulisannya pada kisah rasul- rasul, dimana jelas nampak kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus, bahkan murid ini setengah mengkultus dan mendewakannya. Lukas menyusun Injilnya berdasarkan kepada Markus-tua atau Ur Markus. Sedangkan Markus sendiri bukannya orang yang dikenal. Matius menulis Injilnya berdasarkan pula kepada Ur Markus, jadi Matiuspun menjiplak. Itulah sebabnya dalam Injil-injil Matius, Markus dan Lukas banyak sekali dijumpai kalimat-kalimat atau perkataan-perkataan yang sama, disamping pertentangan-pertentangan yang ada.

Lalu bagaimanakah dengan Injil Yahya? Marilah kita ikuti uraian Jarnawi Hadikusumo dalam bukunya: Tinjauan sekitar Perjanjian Lama & Baru, halaman 69-74 yang bunyinya kurang lebih: 1. Injil Yahya tidak termasuk dalam Injil Sipnotik, sebab isi dan sejarahnya lain sekali. Menurut keyakinan Kristen, Injil Yahya ditulis oleh Yahya murid Yesus yang terkasih. (Yahya 13:23 dan 21:20).

Oleh karena itulah maka kepercayaan Kristen, penulis Injil Yahya ialah Yahya bin Zabdi adik Yakub bin Zabdi seorang diantara muridnya yang duabelas itu. 2. Oleh para ahli sejarah yang lebih dapat dipercaya, Yahya bin Zabdi telah dibunuh oleh Raja Herodes Agerippa I pada tahun 44 atau 66 M. Padahal Injil Yahya baru ditulis sekitar tahun 100 M. Maka benar kemudian, Injil ini kemungkinan besar sekali ditulis oleh Yahya Prebester pendeta sidang Jum’at di Asia Kecil yang hidup dalam abad I Masehi. Ia menulis Injilnya itu dengan maksud untuk menentang ajaran Corentus dan Irenius. Hal ini dikuatkan lagi oleh kitab-kitab Encyclopedia, terutama Encyclopedia Britanica yang mendasarkan keterangannya atas Papias Uskup Hieropolis. Demikian juga keterangan vang dibawakan oleh Dr. J. H. Bavink dalam kitabnya yang bernama: “De Weg Van Gods Koninkrijk.”

Menurut sejarah, maka tokoh Paulus alias Saulus ini muncul kira-kira tahun 38 M. Ada pula yang mengatakan tahun 80 M, tetapi saya kira yang jelas ia ada hidup di zaman Yesus, paling tidak ia seangkatan dengan murid-murid Yesus. Paulus adalah anak didik Gamalied, seorang guru yang termasyhur, akhli Taurat dan Falsafah. Ibu Paulus adalah orang Yunani, dan ayahnya orang Yahudi, sehingga pelajaran agama yang diperolehnya adalah gabungan daripada kepercayaan Yahwe dan Helenisme.

dan terdorong oleh kebenciannya kepada sang ayah yang menurut penyelidikan sejarah tidak pernah mencintai Paulus, maka ia sangat memusuhi ayahnya, bahkan bangsa dan agama ayahnya. Kitapun dapat membaca nanti dalam surat-surat kirimannya, betapa ia mencuci bersih-bersih orang-orang Yahudi, bahkan sampai kepada Tauratnya sekalipun.

PRIBADINYA Mengenai sukubangsanya, ia Paulus sendiri memberikan jawaban sebagai berikut:
1. Ia adalah orang Rum, dalam keterangannya kepada orang Rum. (Kisah rasul-rasul 16:37)
2. Ia adalah orang Yahudi, dalam keterangannya kepada orang Yahudi. (Kisah rasul-rasul 22:2)
3. Ia adalah orang Parisi, dalam keterangannya kepada orang Parisi. (Kisah rasul-rasul 23:6)

AJARAN-AJARAN PAULUS Didalam ia membawakan ajarannya, maka ia, Paulus, mengajarkan sesuatu yang dirasakan oleh masyarakat sangat baru. Kesimpulan ajaran-ajarannya ialah:

1. Ia mengajarkan bahwa Tuhan bukan satu tetapi dua, yaitu Allah Bapa dan Allah Anak. (I Korintus 1:3)
2. Yesus adalah juga Allah yang sama dan sehakekat denganNya. (sda)
3. Yesus telah disalib, mati dan dikuburkan, bangkit pula pada hari yang ketiga, duduk disebelah kanan Allah Bapa yang maha kuasa. Ia disalib adalah untuk menebus isi dunia ini, sebab sekaliannya telah berdosa, tidak ada seorangpun yang dibenarkan lagi, termasuk dia sendiri dan nabi besar Muhammad s.a.w. (Rum 3:10, Rum 5:8, Galatia 1:4)
4. Ia, Paulus, mengajarkan bahwa hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi, sejak penyaliban Yesus di bukit Golgotha. Ia kemudian berpendapat, bahwa hukum Musa adalah sebenarnya sumber segala dosa, dan suatu kutukan yang tiada taranya. (Rum 4 :15, Galatia 3:10, Galatia 2:21). Didalam Galatia 5:4 ia mengatakan: Maka kamu yang hendak dibenarkan oleh Taurat Musa itu, sudah diceraikan daripada Kristus. Juga dalam Rum 7:6, Galatia 3:24 dan 25, Rum 10:4 : Ia menekankan bahwa Kristus Yesus itulah penyudah atau penammat Taurat.
kecualinya ia halal ataukah haram. (Kisah rasul-rasul 10:10-15)

Situs Christian.Tripod

Alhasil..apakah semua keterangan – keterangan tentang ajaran kristen yang dimuat pada artikel tertentu pada blog ini belum cukup untuk membuka pikiran dan hati mereka, kepada ummat kristen dimana sajapun anda berada..coba kaji ulang dan cermati ajaran agama anda mengenai sejarah dan munculnya agama anda, serta berbagai sumber yang dinyatakan dalam blog ini kiranya dapat menjadi pedoman bagi anda jika anda ingin mengungkap segala kegelapan hingga terang benderang menyinari hati anda. Karena Agama itu bukanlah perkara lidah yang mudah dan pengetahuan yang sekedarnya saja, tidak seorangpun diantara manusia yang mengenal agamanya sebelum ia benar-benar masuk kedalamnya, meyakininya dan mengamalkannyaCoba baca deskripsi dari blog ini, atau agar lebih jelas saya tulis disini.. begini bunyinya:

“Bukanlah agama itu perkara kartu pengenal atau seumpama engkau dalam keperluan urusan duniamu, melainkan ialah satu-satunya jalan penunjuk bagimu perihal kehidupan setelah mati, maka tuntutlah ilmu agama selagi jasad masih bernyawa”

Maka, Jika anda masih percaya suatu waktu yang tidak anda ketahui anda akan menemui kematian. Untuk itu cari dan genggamlah kebenaran itu ditangan anda, kebenaran yang anda miliki hanya milik anda dan belum tentu dimiliki oleh yang lain.


Orang Islam  percaya bahwa bukan yesus yang mati disalib tetapi orang lain yang diserupakan seperti Yesus, mengingat Yahudi dan Tentara Romawi tidak tahu ttg bagaimna sih rupa Yesus sehingga mereka menyewa Yudas salah seorang dari murid 12 Yesus.

Yudas berkata "yang kucium itulah dia".

Ada Ahli Islam yang mengatakan bahwa Yudas lah yang sebnarnya disalib, karena sebetulnya dia gagal menemukan Yesus yang sudah kabur duluan.

Dugaan pertama, Yesus kabur duluan kemudian orang-orang disekitar situ, termasuk murid Yesus yang lain berteriak kepada Yudas (sudah direncanakan oleh Yesus dan Muridnya apa yang akan ditujukan kepada Yudas) bahwa "kamulah Yesus, kamulah Yesus", sehingga orang yahudi pun ikut-ikutan percaya bahwa Yudas sebenarnya Yesus.

Dugaan kedua, Yesus sudah meloloskan diri bersama murid yang lain tinggal Yudas dengan tangan hampa kembali kepada orang yahudi dan tentara romawi, mengatakan bahwa yesus sudah kabur, tapi karena kecewa dan jengkel, lha wong sudah jauh-jauh kok orangnya kabur, maka oleh mereka sudah deh si pembual ini (Yudas dianggap berdusta mempermainkan mereka) ditangkap sajalah.

Ingat! kematian yudas diceritakan secara aneh oleh dua macam kitab dan bertentangan satu sama lain :

Matius 27:5

maka ia (Yudas Iskariot) mencampakan segala keping perak itu kedalam bait allah itu serta berjalan dan pergi menggantung diri"

Paulus dan kisah para rasul 1:18

adapun orang itu (Yudas iskariot) memperoleh sebidang tanah dari upah kejahatannya itu lalu jatuh terjerumus. serta terbelah dua, sehingga isi perutnya terurai.

Keanehan atau pertentangan ini mudah saja dimengerti karena setelah Yesus (dianggap) ditangkap tentara romawi, murid yang ikut bersama yesus hanyalah Petrus, murid kesayangan Yesus saja, sedangkan lainnya kabur.

Sementara penulis injil adalah Matius, Markus, Lukas dan Yohanes tidak ikut melihat. mereka keempat penulis injil ini hanya menduga-duga dari cerita/kabar burung orang yang beredar.

Tidak ada bukti bahwa mereka mendapat berita dari Petrus ataupun pemberitahuan Roh Kudus. Karena ternyata terbukti bahwa penulis Injil Yohanes dan lukas adalah bukannya Murid Yesus ataupun bukan bersumber dari Roh Kudus. Klik disini untuk tahu siapa sih Penulis Injil sebenarnya

Muhammad di dalam Alkitab?


Donload injil barnabas versi inggris ...


Klik disini


Donload injil membantah ketuhanan YESUS ...


klik disini



Share

Twitter Facebook Digg Delicious Favorites More